sumber : www.badilag.net
Reformasi Peradilan Agama Dipublikasikan Pada Jurnal Internasional Terbitan Amerika Serikat
Jakarta, Badilag.net |3-1-2012|
Keberhasilan reformasi peradilan agama kembali dipublikasikan secara internasional. Kali ini International Journal of Court Administration (IJCA) yang mempublikasikannya, pada edisi Desember 2011 yang baru lalu. IJCA merupakan jurnal terbitan International Association for Court Administration (IACA) yang berkedudukan di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat.
Yang dipublikasikan itu adalah sebuah artikel, sebanyak 14 halaman, yang merupakan ringkasan dari Buku “Courting Reform”, yang ditulis Cate Sumner dan Prof Tim Lindsey. Sebagaimana banyak diberitakan pada situs ini, buku yang berisi tentang keberhasilan reformasi peradilan agama dan program “justice for the poor”nya itu diterbitkan di Australia dan diluncurkan di Sydney, Desember 2010.
Beberapa waktu lalu, Cate Sumner menceriterakan kepada Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, bahwa bukunya, “Courting Reform”, diminta oleh IACA untuk diterbitkan pada jurnalnya. Dan, tepat 1 Januari 2012, Dirjen menerima sms dari Cate Sumner bahwa jurnal IACA itu telah memuatnya pada edisi akhir tahun 2011.
Itulah sebabnya, Dirjen menyebut pemuatan artikel pada jurnal IACA sebagai “Kado Tahun Baru 2012 Buat Peradilan Agama”. Dirjenpun nampaknya langsung menulis ceritera tentang kado ini yang dimuat pada “Pojok Pak Dirjen”, dan sudah dipublikasikan sejak tadi (3/1) siang.
Sambutan dan Perhatian IACA
Dirjenpun kemarin (2/1) pagi langsung mengirim email kepada pihak IACA, Cate Sumner dan Prof Tim, mengucapkan terima kasih atas pemuatan artikel itu.
Pihak IACA, secara langsung pula membalas email Dirjen. “Thank you for your note”, tulis Markus B Zimmer, Ketua Dewan Penasehat IACA, di awal emailnya, yang dikirimkan dari Amerima Serikat.
Markus, yang juga sebagai Presiden Pendiri IACA, sudah beberapa kali datang ke Badilag dan mengunjungi PA-PA, seperti PA Jakarta Utara dan PA Balikpapan. Markuspun pernah diundang sebagai pembicara pada kegiatan Badilag English Meeting Club, ke 8 , pada bulan April 2011.
|